PERAWATAN KAKI PENDERITA DM
Mengingat segala kemungkinan dapat
terjadi pada penderita DM akibat gangguan pembuluh darah maupun
syarafnya, maka perlu dilakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi
luka, sebagai berikut:
- Penderita harus mencuci kakinya setiap hari dengan teratur, sesudah dicuci dikeringkan dengan seksama (terutama pada sela-sela jari kaki)
- Dapat dipakai bedak atau lotion.
- Pada penderita dengan komplikasi kronis DM, sebaiknya jangan menggunakan air hangat atau air panas untuk merendam kaki, oleh karena kepekaan rasa di kaki untuk panas berkurang sehingga penderita tidak merasakan apa-apa, walaupun kakinya melepuh.
- Apabila penderita merasa kakinya dingin, sebaiknya memakai kaos kaki, Sebaiknya memilih kaos kaki yang bahannya wol atau katun. Kaos kaki tersebut sebaiknya juga dipakai sewaktu tidur.
- Apabila memakai sepatu atau sandal, perlu diperiksa apakah alas kakinya licin dan rata.
- Apabila membeli sepatu baru, sebaiknya diperhatikan : sepatu jangan terlalu sempit, sebaiknya sepatu yang kulitnya lemas, pada awalnya sepatu tersebut dipakai beberapa jam saja, untuk membiasakan diri.
- Pada penderita DM yang mengalami gangguan syaraf sebaiknya jangan berjalan tanpa alas kaki, karena dapat terkena luka tanpa penderita menyadarinya.
- Sela-sela jari kaki perlu diperiksa, apakah terdapat luka atau kulit yang pecah-pecah, yang disebabkan oleh jamur kaki. Bila ada, cepat pergi ke dokter untuk diobati.
LUKA-LUKA DI KAKI
Setiap hari kaki harus diperiksa dengan
seksama minimal 1 kali. Ini sangat penting untuk menemukan luka secara
dini atau perubahan warna kulit seperti kemerahan, jangan sungkan untuk
pergi ke dokter walaupun hanya luka-luka kecil sekalipun.
Berikut adalah kasus perawatan ulkus DM
terinfeksi dengan abses besar di sisi lateral metakarpal dextra (kanan).
Perawatan ulkus ini mengenai pasien wanita berusia 40 tahun yang
dirujuk ke klinik rawat jalan dengan kasus gawat darurat label kuning 2
(gawat tidak darurat) kondisi saat ini terdapat luka terbuka, diatas
metakarpal dextra sudah berlangsung 2 minggu, pasien mulai murung dan
stres karena tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari serta bekerja
sebagai pedagang kain dengan alam terbuka.
Dari pemeriksaan diketahui terdapat luka
terbuka berukuran 10 x 7 cm pada sisi lateral metakapral dextra,
dibawah luka terdapat luka yang berfluktuasi, dan seluruh daerah
kemerahan serta sudah mulai terdapat nekrose (jaringan mati) pada
permukaan kulit. Parawatan luka ini tidak terlalu rumit apabila ada
kerjasama antara pasien dengan petugas kesehatan, pasien bersedia
dilakukan perawatan secara rutin dengan keyakinan luka akan sembuh.
Perawat melakukan perawatan dengan sabar dan teliti serta profesional.
Sebelum kita melakukan perawatan luka
periksa GDS (Gula Darah Sewaktu) kemudian baru kita lakukan tindakan
incisi abses serta nekrotomi sebelumnya kita berikan cairan antiseptik
dengan betadin cair dan anestesi untuk menghilangkan rasa sakit,
kaluarkan semua pus (nanah), gunting jaringan yang mati atau yang
berwarna hitam, cuci dengan perhidrol kemudian bilas dengan cairan Na Cl
0,9 %, pasang tampon dengan betadin yang diencerkan dengan Na Cl 1:1
selama masih ada pus dan diganti setiap hari, apabila luka sudah menjadi
gangren atau busuk, untuk perawatannya setelah digunting jaringan yang
mati dan dikeluarkannya nanah kita lakukan kompres revanol dicampur
norit dengan perbandingan 2 : 100 CC berfungsi untuk menyerap pus
(nanah) agar bau busuk hilang, dilakukan tiap hari dan rutin hingga luka
membaik. Setelah luka bersih dan tidak ada pus baru kita lakukan rawat
luka dengan terapi gentamicin salep dan bioplacenton (untuk menumbuhkan
jaringan).
2 komentar:
Mohon komentarnya ya, terima kasih
Mantaap..infonya...
yang aq tau,, kalau seorang pasien sdh tervonis menderita DM, itu sama seperti kena vonis hukuman seumur hidup alias ga akn bisa sembuh tapi hnya bisa dikendalikan kadar gulanya.gmn sih diit dan pola hidup yang baik unt pend. DM ? tambahin dunk di postingannya....makaci.
Posting Komentar